TOP NEWS

"Sebaik-baiknya manusia ialah yang memberi manfaat kepada orang lain." (HR.Al-Baihaqi).

Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Januari 2014

Apa benar wanita terbuat dari tulang rusuknya pria?

                             



Mengapa Rasullulah sampai khusus membahas masalah ini?

Kedudukan perempuan dimata Allah adalah sama dengan laki-laki dalam hal keimanan. Perempuan diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, bukan berarti perempuan itu bersifat bengkok (jelek). Ini hanya masalah fungsi saja, dimana laki-laki dan perempuan memiliki fungsi yang berbeda.

Mengapa dari tulang rusuk yang bengkok? Bukankah masih ada tulang yang lain yang lurus. Jika saja dari tulang yang lurus maka akan sempitlah dadanya, karena itu keberadaan perempuan dapat memberi kenyamanan dimana ia berada.
Coba kita tengok bentuk tulang rusuk yang bengkok itu, ia berfungsi sebagai kerangka yang menyusun kekuatan tubuh. Jadi perempuan itu juga bagian yang dapat membangun dan menegakkan kehidupan. Dengan tulang rusuk yang bengkok maka banyak organ-organ yang lunak terlindung. Sama halnya dengan perempuan, ia dapat menjaga kehidupan keluarganya, anak-anaknya yang masih lemah.

Bengkoknya bukanlah bentuk kelemahan perempuan, karenanya Rasulullah mengatakan untuk menasihati perempuan secara baik-baik. Hal ini untuk menjaga agar jiwa perempuan tidak patah,sehingga dapat menjalankan fungsi utamanya sebagai ibu, isteri, maupun sebagai insan perempuan itu sendiri.
Karena tugasnya itulah perempuan diberi kekuatan oleh Allah.
Allah telah memberikan kekuatan pada perempuan, karena ditangannya akan terlahir penerus keturunan. Anak yang baik terlahir dari kehebatan seorang ibu yang mengasuh dan membesarkannya.

Di balik kesuksesan suami, ada isteri yang hebat yang mendampinginya.
Sejatinya wanita harus di perlakukan dengan baik, agar jiwanya terbangun dengan kasih sayang dan kesabaran. Kasih dan sayang sepanjang waktu dalam mendampingi anak-anak dan keluarganya tanpa perasaan tersakiti.

Subhanallah betapa Allah sangat memuliakan wanita.
05.53 Diposting oleh Unknown 0

Sabtu, 25 Januari 2014

Amalan Sebelum Tidur




Berkaitan dengan persiapan menjelang tidur, dalam beberapa literatur disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berwasiat kepada istrinya, Siti Aisyah:
"Wahai Aisyah, janganlah engkau tidur sebelum engkau melakukan empat hal, yaitu;"
1. Mengkhatamkan Al-Quran
2. Memperoleh syafaat dariku
3. Kaum Muminin dan Muminat ridho kepadamu
4. Melaksanakan Haji dan umrah

Aisyah bertanya: "Ya, Rasulullah Bagaimana mungkin aku melakukan semua itu sebelum tidur?"
06.21 Diposting oleh Unknown 0

Ternyata Wanita Lebih Mulia dari Bidadari



Percayakah kalian bahwa ternyata ada sosok-sosok yang mampu mengalahkan Sang Bidadari? Mereka adalah wanita-wanita sholehah, meski di dunia mereka hanya memiliki wajah dan fisik yang biasa-biasa saja, ternyata mereka akan menandingi kemuliaan para bidadari ketika memasuki pintu surga.

Ummu Salamah R.ha bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah yang lebih utama antara bidadari dan wanita yang masuk surga. Bidadari diciptakan dari kasturi, ambar dan lain-lainnya. Sedangkan wanita dunia diciptakan dari lumpur dan air?”
Beliau Saw menjawab, “Wahai Ummu Salamah, wanita mukminah yang masuk surga lebih utama daripada bidadari.”
“Mengapa wahai Rasulullah?”
05.41 Diposting oleh Unknown 0

Alasan Mengapa Ridho Allah Bergantung pada Ridho Orangtua

Assalamua'laikum Wr.Wb



َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.” Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.”

“Abu Hurairoh juga meriwayatkan, bahwa ada seorang lelaki menghadap Rasulullah SAW. Untuk menayakan siapakah orang yang lebih patut dilakukan persahabatan dengan baik? Maka jawab Rasulullah SAW. Ibumu. Kemudian ia pun bertanya lagi : lalu siapa lagi? Jawab beliau tetap : Ibumu. Lalu ia bertanya lagi: Lalu siapa lagi: Maka kali ini jawab beliau: Ayahmu”
04.27 Diposting oleh Unknown 2